Posted in Random thoughts, Sehari-hari

Latihan Yoga dengan aman: safety first please

2016-09-25-10-55-06
Sekali-kali pamer pose minimalis bersama ibu-ibu peserta yoga lainnya untuk lucu-lucuan Β boleh lahπŸ˜€πŸ˜€

Lama sekali saya tidak update blog, jadi tidak enak.πŸ™‚ Tidak ada yang istimewa dengan hilangnya saya dari peredaran menulis blog, hanya kesibukan yang membuat saya harus mengesampingkan meng-update blog sejenak. Tidak apa-apa kan?πŸ™‚

Anyway, cerita terakhir di blog saya adalah pengalaman pertama saya mengikuti kelas yoga. Sampai hari ini saya masih mengikuti kelas yoga seminggu 4 kali. Jadi total jendral saya sudah mengikuti kelas yoga selama 1,5 bulan, benar ya? Kok saya sendiri malah bingung hihi.

Saya bersyukur menemukan guru yoga yang baik setidaknya menurut ukuran saya, mengajar dengan sabar, tidak memaksakan harus bisa satu pose di satu waktu dan mengerti teknik yoga yang baik dan aman. Saya sempat mengikuti kelas lain dengan guru yang berbeda rasanya sangat berbeda. Dia memaksa saya melakukan suatu pose yang saya sendiri tidak merasa siap. Saya tidak mau ikut kelas yoga dia lagi. Maaf ya..

Mungkin di antara anda ada yang tertarik juga ikut yoga gara-gara melihat pose-pose di instagram yang kece badai? Seperti saya dulu melihat temen blogger saya yang bisa melakukan pose keren hehe. Setelah saya mengikuti kelas yoga selama ini ada beberap hal yang saya pelajari:

  1. Yoga adalah kesabaran. Jangan memaksakan tubuh untuk bisa melakukan sebuah pose di latihan pertama. Lakukan sesuai kemampuan Β dan dicoba lagi di latihan yang akan datang. Jangan terburu-buru ingin berlatih headstand atau handstand misalnya jika tangan dan perut belum kuat menopang tubuh. Tidak perduli berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar sebuah pose, bersabarlah pada tubuh anda. Pada saatnya tubuh sudah siap headstand atau handstand akan terjadi dengan sendirinya.
  2. Yoga adalah kerendahan hati. Tidak kompetisi dalam yoga. Setiap tubuh berbeda dengan kekuatan dan fleksibilitas yang berbeda. Jadi jangan bandingkan kita dengan orang lain. Sekali-kali show off pose yang sudah dipelajari bolehlah. Tapi kalau semata-mata tujuan belajar yoga hanya untuk show off di instgram misalnya, maka anda sedang membahayakan tubuh anda sendiri karena anda cenderung memaksakan tubuh anda demi sebuah foto untuk diupload di sosial media.
  3. Carilah guru yang kompeten. Ini sangat dan sangat penting. Jangan belajar yoga hanya dari menonton youtube atau membaca buku. Pada saat melakukan pose yoga perlu didampingin guru yang kompeten supaya aman, buku dan youtube tidak bisa menggantikan guru, video atau buku Β hanya untuk menambah pengetahuan.
  4. Yoga adalah konsentrasi. Pada saat yoga sebaiknya tidak foto-foto atau menjawab WA atau BBM.πŸ™‚

Tujuan saya untuk melakukan yoga semata-mata untuk olah raga dan kesehatan, saya tidak perduli jika saya butuh waktu 10- 15 tahun untuk mempelajari sebuah pose yoga. Alhamdulillah setelah 1,5 bulan ikut latihan yoga badan terasa bugar dan lebih berisi (ehem) , lebih fleksibel (semakin tua tubuh akan semakin kaku dan saya sudah tua hehe), memilki balance lebih baik (bagi saya balance yang paling susah), lebih kuat dan lebih percaya diri. Belum bisa headstand pun tidak apa-apa kalau ternyata saya sudah mendapat semua manfaat tersebut. Namaste..

Posted in Random thoughts, Sehari-hari

Yoga class: my first time

image.png
Mbak Ima izin pake fotonya ya, biar orang-orang tahu pose keren headstand mbak Ima πŸ˜„πŸ˜„ (Istribulebagus)
Setelah banyak berkeliling membaca blog teman-teman sesama blogger mupeng juga lihat pose head stand-nya mbak Ima yang kece badai. Saya mau ikut yoga juga.. Tapi alasan utamanya tentu saja demi kesehatan ibu-ibu. Sudah banyak tentunya yang membahas tentang manfaat yoga untuk kesehatan: media relaksasi, meningkatkan imunitas, fleksibilitas, melancarkan peredaran darah dll. Yoga ini juga cocok untuk semua kalangan sebenarnya, teruatama cocok untuk ibu-ibu setengah tua seperti saya yang tidak lagi berminat mengikuti kelas zumba. Saya juga bosen olah raga di rumah sendirian, cari suasana baru dan belajar sesuatu yang baru.

Menurut saran mbak Ima nih bahwa saya harus punya guru yoga. Walaupun kelihatannya hanya stretching-stretching gitu tapi ada teknik yang benar untuk melakukan pose-pose yoga. Hal ini untuk menghindari cidera dan tentu saja dengan cara yang benar baru bisa mendapatkan manfaatnya. Berhubung guru yoga mbak Ima adalah sumainya sendiri, nah kalau saya harus keliling Lampung dulu untuk mencari guru yoga.

Setelah saya searching guru yoga seantero Lampung akhirnya ketemu juga, di club Verde Bandar Lampung. Konon katanya fitness centre ini paling besar dan paling lengkap. Mulai dari gym, jogging track, futsal, kolam renang, spa, studio tari dan tinju dan yoga. Sayapun datang ke sana…

Tempatnya keren, tapi agak nyempil gitu. Saya agak bingung aja gimana orang-orang nyampe ke sana kalau harus naek angkot. 😁😁 Tapi ternyata rame banget orang-orang yang datang ke sana. Saya pun bertemu mbak-mbak penjaga Verde. Saya bilang “Saya mau ikut kelas yoga”. Eh mbak itu malah nawarin paket segala hal dan harganya ujubune, mahal. “Maaf mbak saya hanya butuh yoga beberapa kali seminggu”. Lah mbak itu gak lihat apa umur saya. Gak mungkin kan saya datang ke situ, pagi yoga, siang ke gym, sore tinju dan malam berenang. Emang saya apaan… Akhirnya saya diberi juga paket khusus kelas yoga. Jadilah saya member yoga Verde. 😍😍

Pertemuan pertama

Saya datang 30 menit lebih awal dari jadwal untuk melihat situasi dan kondisi. Sebagai pemberitahuan pertemuan pertama adalah kelas yoga basic. Tahu dong ini adalah pertemuan pertama kelas yoga saya, gak mungkin saya langsung melakukan backbend kayak mbak Ima. πŸ˜‚πŸ˜‚

Kemudian datanglah peserta satu persatu. Seperti dugaan saya semua peserta ibu-ibu. Sepertinya memang kalau kaum bapak-bapk tidak terlalu berminat dengan yoga. Kelihatan kurang macho aja gitu kali ya. Tidak kelihatan olah raga. Bagus juga sih saya jadi lebih nyaman narik-narik anggota badan tanpa kehadiran kaum bapak-bapak. Gurunya pun mbak-mabk cantik masih muda.

Gerakan awal, belajar napas. Hah napas aja harus belajar, ini napas versi yoga bu, tarik napas kembungkan perut, keluarkan napas kempiskan perut… Kata guru yoga begitu. Selanjutnya dimulai dengan gerakan yoga basic. Nah ini bagian fun-nya, gurunya menyebutkan nama-nama gerakannya tapi tidak ada satu pun yang saya ingat haha. Kapan-kapan deh saya bahas satu persatu kalau sudah fasih.

Semua gerakan mungkin karena basic terasa nyaman dan mudah, yang jelas tidak ada backbend alhamdulillah. Tidak terasa satu jam berlalu yang diakhiri dengan bagian yang paling mudah dan saya suka, relaksasi. Cuma merem dan terlentang, mudah kan? Selesai..

Setelah selesai latihan saya pun berbincang-bincang dengan gurunya sambil kenalan. Komentar gurunya, “sudah pernah yoga sebelumnya?”

Saya jawab “Belum pernah, tapi saya pernah belajar dance”. Maaf gak tanya, mungkin guru saya pikir begitu.

“Badannya flexible banget lho, kayaknya gennya memang punya badan flexible ya”.

“Hmmm, really?” “Minggu depan sudah boleh belajar backbend dong…”. 😬😬😬😬 😎😎😎

Posted in My cat, Sehari-hari

Komunikasi dua arah antara saya dan yu-chan

large

Bagi anda pecinta kucing bahasa kucing adalah bahasa yang tidak perlu kamus. Walaupun ada juga sih kamus sederhana bahasa kucing untuk cat lover pemula seperti gambar di atas. Karena sedari kecil saya memang selalu memiliki kucing, jadi saya sudah faham dengan bahasa mereka.

Konon katanya kucing mengembangkan bahasa sendiri dengan manusia yang bentuk komunikasinya berbeda dengan komunikasi antara sesama kucing. Tentu saja setiap kucing memiliki karakter masing-masing bagaimana dia menunjukkan bahasanya supaya bisa dimengerti tuannya. Bagaimana kita merespons bahasa tersebut selanjutnya kucing akan menentukan bahasa yang tetap khusus untuk tuannya.

Berkomunikasi dengan kucing mirip komunikasi dengan bayi. Para ibu biasanya sudah mengerti bahasa bayinya masing-masing, bagaimana bayi berusaha memberi tahu ibunya kalau dia lapar, basah atau ngantuk misalnya. Jika bahasa tersebut kurang mendapat respons dari ibunya, bayi akan mengembangkan bahasa lainnya yang bisa lebih dimengerti ibunya.

img_0100.jpg
Kucing jantan saya namanya moliπŸ˜€

Saya memiliki dua ekor kucing, jantan dan betina. Berghubung kucing jantan saya sering kelayapan melebarkan daerah kekuasaannya, jadi praktis kucing yang paling sering berinteraksi dengan saya adalah kucing saya yang betina: yu-chan.

DSC_0176_1.jpg
yu-chan ketika ngantuk dan dipaksa berpose untuk difoto

KeseharianΒ  yu-chan dengan saya

Entah kenapa yu-chan tahu waktu bangun tidur saya. Pada saat adzan subuh dia akan membangunkan saya dengan cara: menggaruk-garuk pintu kamar dan berseru “eowwww”. Jika anda tidak merespons panggilan tersebut kucing akan mengembangkan bahasa barunya. Jadi setiap yu-chan melakukan hal itu saya bangun dan membuka pintu untuk dia.

Setelah saya bangun, dia akan terus teriak eowww dan berlari ke tempat makan dan minumnya. Itu artinya apa? Itu artinya dia minta makan dan minum, mudah dimengerti kan? Setelah selesai makan dan minum jika dia pengen pup dan melihat pasirnya belum saya bersihkan dia akan teriak eowww lagi sambil berkeliling di sekitar kotak pasirnya. Setelah dibersihkan dalam waktu beberapa detik dia sudah bertengger di kotak pasirnya.πŸ˜€πŸ˜€

Setelah kenyang dan lega setelah pup, kalau saya sibuk di dapur dia akan menunggu saya di dapur: diam tidak bergerak atau tidur. Setelah selesai pekerjaan di dapur, saya selalu menyempatkan bermain sama yu-chan. Hal ini penting untuk selalu menjalin kedekatan dengan kucing saya. Yu-chan hanya dan hanya mau nurut dengan saya.

Sewaktu bermain kucing sukan dielus di bagian leher dan belakang telinganya. Kalau sudah beanar-benar dipercaya dia akan memberikan perutnya untuk dielus. Dia akan guling-guling, mengeluarkan suara purrr, menggigit-gigit manha tangan saya atau mengibas-ngibaskan ekornya. Pokoknya saya bisa tahan berlama-lama main saya yu-chan deh dan lupa yang lainnya.

Yu-chan akan menunjukkan rasa tidak suka atau takut (jarang sekali marah) ketika bertemu orang yant tidak dikenal. Dia hanya akan masuk ke kolong-kolong dan diam di sana menunggu keadaan aman terkendali. Oh ya yu-chan mengerti namaya, dia akan datang kalau namanya dipanggil.πŸ™‚

Posted in Kerajinan

Crochet bag project in progress

Since Indonesia doesn’t have winter making sweater is only to satisfy my curiosity about knitting.πŸ˜€. Now I understand why crochet is more popular in Indonesia than knitting.

As I explained in my previous post before that I come to crochet to make lace, yeaa make lace everyone.. and I am interested in Irish lace. My first book of Irish lace is a Japanese crochet book: Irish Crochet lace. How can I understand crochet in Japanese? I let you know I don’t speak and read Japanese, but crochet pattern has universal language haha.

My fist project of Irish lace is making a beautiful bag with this pattern:

Irish lace has beautiful pattern in every way. We can make 3-dimensional look for flowers, leafs and other things, but definitely required high dedication.

The result of this pattern should be like this:

images.jpg

But I did mistake to make only 6 petals of flower. So I made triangle pattern. Lets see what kind of bag I can make.πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

DSC_1036_1.jpg
Triangle pattern of my bag projectπŸ˜€

I admit that Irish lace is a high skill crochet, really need practice over and over to make it more and more beautiful. But I still have time to do that. Happy crafting!!

Posted in Traveling

Traveling to Bandung

@headerpic_4575562151.png

I was quite busy with my work specially my research. I had ambition to attend a conference in Bandung, a city in Indonesia. I had to have something to publish there and it demanded my attention so much. So dear my followers I am sorry for my absence of updating my blog for long time.πŸ™‚

The reasons I always attend a conference at least once a year:

  1. To publish my research. Research is something to be known by public at least other researchers. By publishing in conference we can get corrections and suggestions for our research.
  2. To meet other researchers. We thought we are the greatest researcher when we are at our lab or office. Apparently there are many other researchers who did greater things, so it will make us always humble.
  3. To escape from daily routine haha. We need little vacation after long hard work.

Anyway, during my traveling for conference I stayed in Luxton hotel Bandung. It’s quite cozy hotel with reasonable price. I love their high ceiling lobby.πŸ™‚

img_0378-1.jpg
Luxton lobby
20160725_115105.jpg
Luxton deluxe room
20160727_063634.jpg
I tried their gym, it was very cool gymπŸ™‚
Posted in Kerajinan

Crochet project #2

DSC_1033

I am back with another crochet project yeey.πŸ™‚ I bought lace yarn last week and I tried to make a thing with that yarn. It was very fine yarn and was quite difficult to use it.

Then I followed a lace circle pattern, I thought it’s a big circle.πŸ˜€ Apparently it’s tiny circle specially because of using very fine lace yarn and small number hook crochet (1.2) and it was finished in only one day. Actually I have a big ambition to make a big size table cloth or pillow cover using fine yarn weight. Wish me luck…

Posted in Kerajinan

Crochet project #1

DSC_1023.jpg
My first crochet project, table clothπŸ™‚

Hi there, how are you guys? I am still aliveπŸ˜€. Long time I didn’t update my blog, ya sometimes life is busy with much things, I want to tell you this time that I am learning crochet. Isn’t great?

When I learn knitting I really want to make lace and it is quite difficult to make lace by knitting method. So, I decided to learn crochet and my first project was making lace by crochet, and I did it. What do you think?

It was only combination of sc, dc, sl st, picot and ch. All are just basic methods of crochet and I made table cloth by all methods.

I enjoy crochet as I enjoy knitting and those are highly addictive. Happy crafting..