Posted in Being myself, Sehari-hari

Pelupa

image.jpg
Gambar dari Google

Nah kalau ini adalah penyakit saya yang cukup parah. Entah sudah berapa lama saya mengalami penyakit ini tapi seingat saya sudah lama dan seiring beusia agak sedikit bertambah parah.πŸ˜„

Lupa daftar belanjaan, jadinya disoriented gitu kalau belanja. Saya memang membiasakan untuk belanja hanya sesuatu yang penting dan memang yang benar-benar saya butuhkan. Jadi sebelum belanja saya selalu mencatat apa yang akan saya beli. Nah kalau catatan itu hilang, keselip (karena lupa naronya di mana πŸ˜„) jadinya belanja tanpa arah. Biasanya saya beli yang ingat saja walaupun kadang yang barang-barang tidak direncanakan dibeli.

Karena pelupa entah sudah berapa kali saya kehilangan kunci. Biasanya kunci saya letakkan di tempat yang sama setiap saat. Karena walaupun pindah beberapa meter saja bisa 1 jam saya mencarinya, dan kadang ketemu kadang tidak. Sekarang pun saya masih belum menemukan jejak kunci ruangan kantor saya karena lupa naro entah di mana.

Hal cukup berbahaya pada saat lupa adalah selagi masak. Barang-barang seperti panci atau kuali di dapur saya hampir semuanya memiliki bekas hitam legam karena pernah kena gosong 😁. Kalau sedang menggoreng tidak pernah sedikit pun saya bergeser dari dapur, selalu saya tungguin. Nah kalau lagi merebus sesuatu kan biasanya males tuh ditungguin karena lama, jadi ya sambil masak disambil nyapu atau beres-beres. Selagi nyapu entah melihat barang berantakan dibereskan dulu, ada tetangga lewat disapa dulu, ada kucing kelaparan dikasih makan dulu. Nah kalau yang repot bukan hanya disapa tuh tetangga tapi malah ngobrol dan gosonglah tuh masakan.

Suatu hari sewaktu saya masih menjadi mahasiswa, kan sibuk banget dengan laporan, tugas, ujian dll. Jadilah masak (walau seringnya makan di luar) sambil mengerjakan itu semua. Karena fokus mengerjakam laporan lupa sama masakan, dan sampai asap hitam keluar dari cerobong di dapur. Tetangga pun pada keluar rumah dan mencoba mengetuk pintu kos-kosan. Saya pun kaget dan malu sama tetangga, segera mematikan kompor dan meneruskan mengerjakan laporan (dan makan di luar).

Yang sering terjadi akhir-akhir ini adalah lupa sedang nyuci baju di mesin cuci. Karena mesin cuci saya bukan model yang otomatis, maka memasukkan air, mengeluarkan air, membilas dan mengeringkan Β serbaΒ manual. Karena mengisi air agak lama biasanya saya tinggal. Dan benar-benar ditinggal sampai ngisi mesin cuci 1 tower penuh πŸ˜„.

Pelupa adalah penyakit yang menjengkelkan, kadang berbahaya dan sulit diobati. Tapi saya melakukan beberapa hal untuk meminimalisir efeknya:

  1. Selalu meletakkan barang-barang di tempat sama, terorganisir, sehingga tidak pusing mencarinya.
  2. Selalu membiasakan menulis apa yang akan dikerjakan, contoh seperti belanjaan tadi atau apa yang akan dilakukan setiap hari. Saya punya catatan tentang banyak hal sehingga tidak lupa dan pekerjaan lebih terarah dan terencana.
  3. Pasang timer kalau sedang memasak atau mengisi air di mesin cuci. Suruh timernya jerit-jerit untuk mengingatkan kalau kita lagi masak atau nyuci.
  4. Nah kalau lupa nama orang susah nyari obatnya. Mungkin harus fokus pada detil setiap orang dan diasosiasikan ciri-ciri tersebut dengan sebuah nama. Kalau kelamaan suka lupa juga. Jadi maaf ya kalau saya kadang lupa nama orang.

Pelupa seperti saya disebabkan saya biasa fokus pada suatu hal (dan benar-benar fokus) sulit multitasking dan berbagi konsentrasi. Walau katanya perempuan secara alami adalah multitasking. Tapi saya jauh dari itu, sehingga tips-tips tadi selalu saya lakukan. Mungkin anda memiliki tips lain untuk saya supaya tidak lupa banyak hal 😊.

Advertisements

4 thoughts on “Pelupa

Say something and leave your trace here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s