Posted in Random thoughts, Sehari-hari

Kapan Indonesia tertib lalu lintas

image
Foto dari kaskus

Kondisi lalu lintas di kota-kota Indonesia yang pernah saya singgahi kondisinya sama saja, semrawut dan tidak tertib. Tidak heran jika angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia cukup tinggi. Konon katanya pada tahun 2015 ada 23 ribu kasus kecelakaan yang terjadi. Sungguh kerungian harta dan nyawa yang sia-sia.

Pertanyaa saya: kapan kita diajari tertib lalu lintas? Ada yang pernah diajari secara khusus? Rasanya tidak ada ya. Seharusnya pada saat mengajukan Surat Izin Mengemudi (SIM) kita sudah faham teknis berkendara dan mengerti tertib lalu lintas. Masalahnya bukan rahasia lagi SIM di Indonesia bisa didapatkan dengan mengatakan simsalabim tentu disertai amplop.

Beberapa kebiasaan buruk berlalu lintas mulai yang menjengkelkan sampai berbahaya kerap kali ditemui di jalan.

Melawan arus

Semua orang tahu hal ini sangat berbahaya tapi banyak orang melakukannya terutama di jalan 2 jalur, dengan alasan males muter atau cuma dekat ini kok. Biasanya motor yang sering melawan arus.

Keluar gang asal nyelonong

Banyak orang tidak tahu cara keluar dari gang. Aturan lalu lintas mengharuskan yang jalan lurus harus didahulukan. Usahakan kendaraan yang keluar gang tidak membuat kendaraan lurus mengurangi kecepatannya. Jika maksa asal nyelonong bisa menghambat kendaraan dan menimbulkan kemacetan atau bahkan berbahaya bagi penghuna jalan lainnya. Tapi ya.. masih aja banyak yang keluar tanpa tengok kiri kanan dan tanpa lampu peringatan.

Jalan zig zag

Nah ini kebiasaan penghambat lalu lintas. Konon bedanya pengendara di Indonesia dan pengendara dari negara lain adalah orang Indonesia kalau nyetir tidak lurus. Asal ada ruang kosong di kiri masuk ke sebelah kiri, kalau kanan kosong masuk kanan. Mungkin pengendaranya kebelet..

Tidak pakai helm atau sabuk pengaman

Helm dan sabuk pengaman dikira asesoris pemanis kendaraan, gunanya untuk melindungi badan kita kalau terjadi kecelakaan gitu lho. Sepertinya kedua hal tersebut hanya digunakan kalau dianggap akan ditilang polisi. Mau jarak jauh atau dekat gunakan selalu helm kalau naik motor dan sabuk pengaman kalau naik mobil.

Menerobos lampu merah

Sepertinya banyak orang buta warna di Indonesia, merah, kuning, hijau dianggap hijau semua artinya jalan. Sering sekali terjadi penerobosan lampu merah hampir di semua tempat yang ada lampu lalu lintasnya. Waktu hijau jalan normal, kuning waktunya nge-gas supaya tidak keburu merah, waktu merah ah tanggung udah deket diterabas saja. Saya beberapa kal diserempet penerobos lampu merah.

Nyalip dari kiri

Karena di Indonesia berkendara itu di sebelah kiri, maka kalau nyalip itu harus dari kanan. Banyak orang yang tidak perduli nyalip dari kiri atau kanan asal dirasa kosong  jalan saja. Padahal itu sangat berbahaya. Nah beberapa kali saya nyerempet motor yang nyalip saya dari kiri, sudah jelas saya mau belok kiri dan sudah menyalakan lampu tanda belok kiri masih juga nyalip. Untunglah saya sudah lebih hati-hati dan selalu pelan-pelan kalau belok jadi hanya menyerempet sedikit bagian belakang motor dan mobil saya yang baret panjaaang.

Ngebut bukan pada tempatnya

Nah kalau pengendara begini mungkin dulunya bercita-cita jadi pembalap. Suka ngeri aja pengendara motor terutama motor besar yang ngebut di jalan sampai miring kiri dan miring kanan nyelip di antara mobil-mobil. Ngebut boleh saja kalau di tempat yang diperbolehkan misalnya di jalan tol, itu pun dengan kecepatan yang dibatasi. Jadi tidak semena-mena untuk ngebut di jalan. Sangat berbahaya, karena perlu waktu untuk memperlambat kendaraan, semakin ngebut kendaraan semakin lama waktu yang diperlukan. Kalau ada apa-apa kendaraan tidak akan bisa dikendalikan.

Berkendara sambil nelpon bahkan sms

Fokus seseorang berkendara akan berkurang jika sedang berkendara dan sambil sms atau nelpon. Kalau ada yang lewat ke depan kendaraan refleks akan berkurang dan sudah banyak terjadi kecelakaan akibat hal tersebut.

Parkir sembarangan

Kebiasaan buruk yang sangat parah terlihat di mana-mana, bahkan orang berani parkir di bawah tanda lalu lintas huruf P disilang. Masalahnya tidak tersedia tempat parkir yang memadai dan jelas pengendara yang tidak disiplin. Mau enaknya sendiri, tidak mau jalan jauh dan tidak perduli bahwa parkir sembarangan di pinggir jalan bisa membuat kemacetan parah.

Kapankan Indonesia tertib lalu lintas? Kapan-kapan sampai ada sistem edukasi tertib lalu lintas yang terstuktur, penegakan disiplin anti nyogok dan membuat SIM tidak lagi hanya menggunakan kata simsalabim. Tapi bisa kita mulai dari diri sendiri dulu, mari kita tertib lalu lintas mulai sekarang!

 

 

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “Kapan Indonesia tertib lalu lintas

Say something and leave your trace here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s