Posted in Random thoughts, Sehari-hari

Tukang parkir

image
Gambar dari Google

Sepertinya semua orang pernah mengalami saat-saat menjengkelkan dan mendebarkan, kadang menyenangkan juga sih pada saat berurusan dengan tukang parkir. Saya tidak tahu apakah tukang parkir adalah profesi hanya di Indonesia, perlu penelitian khusus kayaknya.

Saya tuh kurang jelas sebenarnya tugas tukang parkir itu apa, apakah menjaga kendaraan kita? Membantu memarkirkan kendaraan? Seharusnya, tapi kadang saya parkir sendiri. Jadi jasanya apa dong? Kenapa kita harus bayar?

Sebenarnya yang saya pikirkan dari uang parkir adalah sewa kita menempati sebuah tempat parkir. Jadi penyedia jasa parkir harus menyediakan tempat yang layak untuk parkir kendaraan kita. Terus jadi kalau kita parkir di pinggir jalan kenapa kita harus bayar parkir? Terus uangnya ke mana? Kalau parkir di restoran misalnya kenapa kita harus bayar parkir? Kan seharusnya tuh restoran harus menyediakan tempat parkir bagi konsumennya.

Tukang parkir jadinya seperti perpanjangan tangan meminta uang yang seharusnya tidak diminta, yang seharusnya itu bagian dari fasilitas seperti di restoran tadi. Padahal saya yakin uangnya dibagi-bagi sama restoran juga. Nah kalau di sini, terdapat tulisan beasar-besar tempat parkir di Giant “Parkir Gratis”.  Benar-benar gratis? Anda akan berpikir demikian pada saat masuk, karena tidak ada tanda-tanda tukang parkir di sana. Begitu keluar, tiba-tiba muncul tukang parkir menyodorkan tangannya. Sepertinya pihak Giant pura-pura tidak tahu akan hal tersebut. Capek deh..

Uang parkir adalah tambang uang, tidak perlu modal apa pun. Hanya tempat sedikit bahkan hanya pinggir jalan yang notabene adalah tempat umum. Saya punya teman yang bekerja di bagian perparkiran dinas perhubungan, uang yang masuk setiap hari luarrr biasa. Ah sudahlah..

Back to tukang parkir. Tukang parkir tuh kadang seperti jailangkung. Datang tak dipanggil pulang tak diantar kayak yang di Giant tadi. Waktu kita mau parkir dan kesulitan manalah dia perduli, nah waktu kita mau pergi ujug-ujug muncul aja tuh tukang parkir minta uang. Tentu saja banyak juga tukang parkir yang berdedikasi dan dengan senang hati membantu memarkirkan dan menjaga kendaraan kita.

Tukang parkir paling sadis tuh di daerah pasar tengah kalau di Bandar Lampung. Waktu masuk ke daerah itu harus bayar 300 rupiah, dengan jaminan tidak ditanggung parkir. Masuk, muter-muter, kalau beruntung dapat parkir, kalau tidak ya keluar lagi dan hilang 3000 rupiah. Nah, kalau dapat tempat parkir pun sangat tidak memadai, mepet dan sering mobil tergores. Senang bisa parkir? Nanti dulu, tadi kan bayar 3000 rupiah tuh, nanti waktu kita mau pulang tiba -tiba aja tuh muncul tukang parkir dan minta lagi 3000. Kaget? Saya pertama kaget, setelah itu ya.. mau apa lagi.

Tapi saya selalu terbantu dengan parkir di mall. Mereka memang tukang parkir yang sudah terlatih. Awal-awal saya belajar parkir sering membuat mereka frustasi. “Mudur Bu, kiri terus” saya bingung. “Terus aja bu, percaya sama saya”. Sepertinya dia mau nangis. 😄 Pengumuman, sekarang saya sudah jago parkir mundur, kalau parkir paralel nah itu belum. Hihihi

Tukang parkir identik dengan dunia preman, palak memalak. Sehingga cara kerjanya sering membuat kita tidak nyaman. Walaupun mungkin ada sebagian tukang parkir hanya untuk bertahan hidup. Jadi ya bagaimanapun kita harus menghargai profesi apa pun sepanjang mereka bekerja dengan halal.

Advertisements

4 thoughts on “Tukang parkir

Say something and leave your trace here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s