Posted in Relationship

Seni bertengkar

 

image
Gambar dari Google

Mirna dan Sukri adalah pasangan yang sedang bahagia-bahagianya. Tapi pada suatu hari Mirna terlibat pertengakaran dengan Sukri. Ternyata Sukri itu lebih suka tempe goreng tepung kering, sedangkan Mirna sukanya yang setengah kering.

Semua pasangan pasti pernah bertengkar seperti juga Mirna dan Sukri, topik pertengkaran bisa dari masalah sepele seperti tempe goreng sampai meributkan siapa yang akan dipilih menjadi Gubernur DKI. Masalahnya bagaimana mengolah pertengkaran tersebut tidak menjadi buruk dan merusak hubungan itu sendiri.

Beberapa nasihat untuk Mirna dan Sukri:

  1. Harus selalu ingat bahwa anda sedang berbicara dengan orang yang anda sayangi. Pada saat bertengkar anda menemukan hal yang anda benci dari orang tersayang, kenapa Sukri sukanya tempe goreng sih. Tetapi bukan berarti anda sudah tidak sayang lagi dengan dia. Dia adalah orang yang sama yang menghabiskan waktu dengan anda dengan penuh keceriaan dan kebahagiaan.
  2. Rendahkan ego. Merasa benar tanpa mau mendengarkan perasaan dan pikiran pasangan menjadikan pertengkaran lebih buruk. Rendahkan ego anda, tidak selalu benar adalah hal normal.
  3. Tarik nafas panjang, istirahat 10 menit setelah itu boleh bertengkar lagi 😀 Pada saat beradu argumentasi, bagian otak yang yang bekerja adalah bagian yang paling reaktif. Sehingga dengan menarik nafas panjang dapat memberi waktu otak untuk mengalihkan perhatian dari reaksi yang tidak diinginkan. Muter-muter lapangan dulu, ngepel dulu mungkin, kan lumayan untuk olah raga juga.
  4. Amarah selalu terkendali. Menumpahkan amarah kepada sesuatu yang kita benci adalah menyenangkan tapi akan berakhir buruk. Jaga perkataan apalagi perbuatan ketika marah. Jangan sampai mengeluarkan kata-kata yang akan disesali setelah marah, apalagi sampai menyakiti secara fisik. Hati yang terluka akan sulit diobati dan perlu waktu lama untuk meminta maaf kembali. Kalau menyangkut luka fisik sampai nyari-nyari golok segala lebih parah lagi bisa berurusan dengan polisi.
  5. Saling mendengarkan. Coba beri waktu pasangan anda untuk berbicara dulu dan dengarkan setelah itu giliran anda. Jangan sampai dua-duanya bicara dan sendil jepit yang mendengarkan.
  6. Jangan ungkit-ungkit masalah pertengkaran lama. Kalau sekarang yang dipertengkarkan adalah tempe goreng jangan ungkit-ungkit pertengkaran pemilihan presiden dulu, Jokowi atau Prabowo. Itu sudah basi cyyn, barang basi tidak perlu dibuka lagi nanti bikin sakit perut. Cukup urusan tempe goreng saja.
  7. Ucapkan kata maaf sesegera mungkin. Kalau perlu kata maaf bisa keluar selagi masih bertengkar. Walaupun anda tidak merasa dengan sengaja berbuat salah, tidak ada salahnya meminta maaf. Bagi yang dimintai maaf, kalau pasangan anda berbuat salah tidak berarti dia pasangan yang buruk. Sekali-sekali berbuat salah wajar.
  8. Jika tujuan anda bertengkar untuk menang anda sudah kalah. Hubungan kasih atau pernikahan bukanlah hubungan satu mendominasi yang lain, saya harus selalu menang. Itu adalah hubungan yang selalu harus saling mendengarkan, dan anda layak untuk dihargai dan didengar.

Semoga bermanfaat untuk Mirna dan Sukri. Berbeda selera urusan tempe goreng tidak apa-apa ya, tidak perlu diributkan 😀

Have a wonderful weekend.

 

Advertisements

2 thoughts on “Seni bertengkar

Say something and leave your trace here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s