Posted in Random thoughts, Sehari-hari

Brain, beauty, behavior

EYA2XLVWU5winnergal.jpg
Gambar dari Google

Nah ini biasanya slogan pemilihan ratu-ratuan, Miss Indonesia, Puteri Indonesia, eh kayaknya sekarang banyak jenis pemilihan ratu-ratu lainnya bergantung sponsor ya. Pertanyaan saya apakah memang ada perempuan sesempurna itu bisa memiliki ketiga kriteria tersebut sehingga layak menyandang gelar ratu (kecantikan)?

Tidak ada perempuan sempurna

Tidak ada manusia sempurna, tidak ada perempuan sempurna it’s very clear. Yang harus kita lakukan sekali lagi seperti dalam post saya sebelumnya yaitu kita harus lebih baik setiap saat. Walaupun kita tidak akan mencapai kata maksimal di segala bidang, kita hanya bisa memilih mana yang ingin kita fokuskan.

Bagi perempuan yang dilahirkan cantik bak bintang film Hollywood, tentu merasa sudah punya aset yang sangat berharga dengan terpaksa sulit mengembangkan bidang lainnya. Bukan perkara mudah dan dibutuhkan uang yang banyak untuk memelihara kecantikan. Rasanya tidak mungkin mengukir alis atau memasang bulu mata palsu anti badai ala Syahrini sambil belajar Relativitas Umum Einstein. Waktu dan tenaga habis untuk memelihara kecantikannya. Tapi setidaknya untuk menjadi baik hati tidak sesulit belajar relativitas umum.

Nah kalau ini bagian saya, saya tidak dilahirkan secantik bidadari sinetron jadi saya hanya bisa mengembangkan bagian brain dan behavior. Saya selalu bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan. Mungkin kalau saya diberi kecantikan seperti Syahrini misalnya, saya sekarang bukan sibuk nge-blog atau belajar photography, tapi sedang sibuk menata rambut dan memasang bulu mata palsu. 😀

Puncaknya saya merasa sangat bersyukur tidak cantik pada saat OSPEK, semacam orientasi mahasiswa jaman dulu (ketahuan deh umur saya berapa). Pada saat itu saya merasa kok sepertinya di Jurusan Arsitektur dan Fakultas Desain dan Seni Rupa ada semacam seleksi kecantikan gitu, sebagian besar mereka cantik-cantik. Pada saat OSPEK mereka yang selalu menjadi sasaran kejahilan kakak tingkat. Dan saya pun berdoa: “Alhamdulillah ya Allah Engkau tidak menjadikan saya cantik seperti mahasiswa arsitektur, tidak ada yang aware dengan saya. Sehingga saya bisa OSPEK dengan tenang dan damai” 😀

Potensi untuk mendapatkan semua kriteria

Menurut penelitian, perempuan cantik lebih diuntungkan dalam kehidupan sosial dan pekerjaan, sebagai makhluk visual jelas kaum laki-laki akan lebih tertarik dengan perempuan cantik. Namun demikian kita tidak perlu iri dengan yang lebih cantik atau yang cantik merasa sombong karena diberi Tuhan kecantikan. Tuhan menciptakan bentuk manusia berbeda-beda sebagai bentuk keagungan-Nya bukan untuk disombongkan. Coba kalau cantik semua atau ganteng semua, kok Tuhan gak kreatif amat ya bentuk manusia sama semua. Tapi Tuhan selalu memberikan potensi lain sebagai kompensasi dari kekurangan kita. Tinggal kita berusaha mencari kelebihan itu dan mengembangkannya.

Lah saya tidak cantik dan tidak pintar? Kata pintar bisa diartikan memiliki kemampuan lebih dalam bidang tertentu, tidak selalu harus jago berhitung, istilah sekarang dikenal dengan multiple intelligence. Sebagian orang pintar dalam musik, olah raga, bernyanyi, melukis dan talenta-talenta lainnya yang memang sudah diberikan Tuhan. Tuhan Maha Adil, semua diberikan bekal yang memang sesuai dengan kita.

Yang cantik hanya sedikit lebih banyak yang tidak cantik, tapi kita setidaknya masih berusaha cantik sedikit saja hanya supaya enak dipandang. Banyak salon kecantikan di mana-mana kalau hanya untuk sekedar creambath atau facial. Talenta, saya yakin Tuhan memberikannya kepada setiap orang, jadi bagian ini masih sangat bisa dikembangkan. Kebaikan hati, ketulusan dan keluhuran budi pekerti jelas semua orang bisa memilikinya.

Jadi kesimpulannya kita bisa memiliki ketiga hal tersebut dengan definisi yang berbeda, bukan untuk menjadi sempurna. Semua perempuan cantik, semua orang punya talenta dan semua orang bisa memiliki budi pekerti yang luhur, asal kita selalu berusaha untuk lebih baik dan terus lebih baik. Kalau semua bisa memiliki beauty, brain dan behavior kenapa saya tidak jadi ratu kecantikan? Bukan rahasia lagi untuk menjadi ratu kecantikan lebih dari 80% penilaian adalah beauty, brain dan behavior hanya sebagai asesoris. Yaa.. gimana lagi sponsornya perusahaan pembuat produk kecantikan.

 

Advertisements

6 thoughts on “Brain, beauty, behavior

Say something and leave your trace here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s