Posted in Being a mom, Sehari-hari

Air Susu Ibu (ASI) memperkuat hubungan ibu dan anak

Gambar dari Google

Terinspirasi dengan tulisannya mbak bebe tentang perang parenting, salah satunya memperdebatkan mengenai memilih ASI atau tidak. Saya tidak akan memperdebatkan hal tersebut karena itu adalah pilihan. Masing-masing ibu tahu apa yang dibutuhkan anaknya dan memilih yang sesuai dengan anak dan juga ibunya. Saya hanya sharing pengalaman saya.

Pada saat anak saya lahir saya merasa bahagia luar biasa, saya tidak perduli dengan hal lain kecuali anak saya. Anak saya tergolong anak yang mudah diurus, jarang menangis. Dia menangis hanya untuk kebutuhan tertentu misalnya lapar atau basah. Kelahiran seorang anak bagi ibu adalah anugerah yang tidak ternilai. Sembilan bulan kehamilan dan berjuang melahirkan terbayar sudah.

Mulai hari pertama anak saya lahir saya sudah memutuskan memberikan anak saya ASI. Hari pertama hanya latihan memberikan ASI, air susu hanya sedikit. Pada hari-hari pertama bayi tidak terlalu membutuhkannya, jadi tidak masalah. Hari kedua dan seterusnya air susu mulai banyak. Bayi berumur beberapa hari perlu diberi susu setiap beberapa jam sekali. Jadi terkadang walaupun anak saya tidur terpaksa saya bangunkan untuk minum susu.

Katanya daun katuk membuat ASi lancar itu ternyata benar. Tetapi sesungguhnya bukan hanya daun katuk, hampir semua sayur membuat ASI lancar. Ibu menyusui membutuhkan nutrisi yang banyak untuk memberi makan dua orang, ibu dan anaknya. Tidak heran ibu menyusui biasanya lebih cepat kehilangan berat badannya setelah melahirkan. Berat badan saya turun 13 kg setelah melahirkan dalam 3 hari!

Apa yang terjadi pada saat memberikan ASI?

Pada saat seorang ibu menyusui bayinya ada 2 hormon yang dihasilkan oleh tubuh ibu, prolactin dan oxytosin.

Prolactin adalah hormon yang dikeluarkan pada saat bayi menghisap puting susu ibu untuk menjaga persediaan susu mencukupi untuk sang anak. Semakin banyak isapan bayi semakin banyak hormon dihasilkan, semakin banyak susu yang keluar. Hormon prolactin memberi tahu tubuh ibu untuk menghasilkan lebih banyak air susu.

Hormon prolactin juga memperlambat masa ovilasi tetapi bukan menghentikannya. Jadi menyusui tidak bisa menjadi alat kontrasepsi. Masih ada kemungkinan hamil walapun masih menyusui jika tidak menggunakan alat kontrasepsi lainnya.

Hormon yang kedua adalah hormon oxytosin. Hormon ini melembutkan otot payudara ibu, juga rahim ibu. Sehingga ibu yang menyusui perutnya lebih cepat mengecil dibanding ibu tidak menyusui. Eh ini kata para ahli lho.

Oxytosin juga disebut hormon bonding, memperkuat hubungan ibu dan anak. Pada saat ibu menyusui ibu merasa rileks, damai dan merasakan ikatan yang sangat kuat dengan anaknya. Dan ternyata anaknya juga merasakan hal yang sama. Oxytosin  juga merupakan hormon anti depresan yang bisa mengurangi dan meredakan stress.

Hubungan ibu dan anak

Masa-masa menyusui adalah masa-masa enak makan dan enak tidur. Karena harus memberi makan dua orang sekaligus bawaannya lapar terus, semua makanan terasa enak. Demikian juga tidur sebentar saja terasa nikmat. Tahu sendiri bagaimana sibuknya awal-awal mengurus bayi, sering bangun malam untuk menyusui atau mengganti popok. Sehingga kalau waktu menyusi tiba biasanya anaknya tertidur, juga ibunya yang bahkan tertidur sebelum anaknya. 🙂

Anak saya bisa membedakan susu formula dan susu ibu, dia lebih memilih susu ibu dibanding susu formula. Saya pun harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak saya setelah masa cuti melahirkan saya habis dan kembali bekerja. Sampai anak saya berusia 4 bulan saya memeras air susu setiap hari sebelum pergi kerja, dan beberapa jam sekali pada jam kerja. Hasilnya saya sudah seperti mesin penghasil susu, bisa menghasilkan beberapa botol susu perhari :-D. Setelah 4 bulan anak saya mulai diberi makanan tambahan, ASI mulai berkurang tetapi tetap saya lanjutkan memberikan ASI sampai anak saya berumur 2 tahun.

Hubungan ibu dan anak sudah terjalin sejak hari pertama kehamilan. Selanjutnya masa-masa kehamilan selama 9 bulan dan masa menyusui yang begitu menakjubkan. Hubungan itu terus terjalin dan semakin kuat. Tidak ada yang bisa memisahkan hubungan ibu dan anak yang begitu kuat. Secara fisik ibu dan anak bisa berpisah tetapi secara emosi hubungan itu tidak akan pernah bisa terpisahkan.

Mengenang masa-masa indah memiliki bayi rasanya anak saya ingin saya kembalikan lagi menjadi kecil hehe. Tidak terasa masa-masa itu sudah terlewati sekarang dia sudah menginjak awal remaja, sudah berbeda. Tetapi hubungan itu tetap terjalin semakin hari semakin kuat. I love you always and forever my boy..

Advertisements

3 thoughts on “Air Susu Ibu (ASI) memperkuat hubungan ibu dan anak

Say something and leave your trace here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s