Posted in Random thoughts, Sehari-hari

Pengalaman test IELTS

IELTS
Gambar dari Google
Saya bermaksud mengikuti training di IAEA yang mengharuskan ada bukti kemampuan bahasa Inggris. Kemampuan yang harus diberi nilai adalah listening, reading, writing, speaking dan kemampuan Bahasa Inggris secara umum. Test tersebut bisa diukur dengan IELTS (International English Language Testing System). Saya beberapa kali mengikuti test TOEFL (Test of English as a Foreign Language) untuk keperluan sekolah dan belum pernah mengikuti test IELTS. TOEFL biasa digunakan untuk American English sedangkan IELTS untuk British English, jadi saya harus siap-siap dites dengan logat British yang sulit dimengerti. šŸ™‚

Pertama hal yang saya lakukan adalah mencari informasi tentang IELTS, di mana bisa mengikuti test tersebut, bagaimana proses testnya, model soalnya seperti apa dan sistem penilaiannya bagaimana. Saya memutuskan melakukan test di British Council Jakarta. Proses pendaftaran di British Council bisa dilakukan melalui online. Ada 2 tipe test, untuk academic dan general. Academic adalah IELTS untuk keperluan syarat sekolah sedangkan general untuk keperluan training atau visa ke Inggris. Saya memutuskan ikut test yang general karena kelas academic sudah penuh.

Ada beberapa tempat selain Jakarta yang menyelenggarakan test IELTS. Waktu pendaftaran ke IAEA sangat mepet tapi sepertinya saya masih bisa mengikuti test IELTS tersebut, jadilah saya putuskan mengikuti test dengan tarif 2,5 juta rupiah. Mahal! Saya hanya memiliki waktu 2 minggu untuk mempersiapkan diri mengikuti test.

Semua soal IELTS dijawab dalam bentuk essai. Bagi yang terbiasa test TOEFL seperti saya jawaban essai adalah lompatan besar. Spelling dari jawaban yang ditulis sangat menentukan benar tidak jawabannya. Bagaimana saya mempersiapkan test IELTS dalam 2 minggu? Jawabnya: Tidak ada. šŸ˜€

Listening, reading, writing dan speaking

Saya sempat mencoba mencari-cari bahan test IELTS, saya menemukan bahan gratis di webnya British Council. Ada beberapa model soal yang tersedia untuk semua kategori dan lembar jawabannya. Saya melakukan beberapa simulasi test IELTS dengan soal-soal online tersebut.

Untuk listening tidak ada cara lain selain sering latihan mendengar orang berbicara dengan logat British, dan bagaimana saya berlatih listening dalam 2 minggu. Jawabnya: Tidak ada. Saya pasrah. šŸ˜€ Untuk reading, saya belajar beberapa grammar yang secara umum dan grammar yang membedakan American dan British. Lumayan. Maksudnya lumayan sulit. Writing, tidak ada cara selain latihan menulis dalam bahasa Inggris tentu dengan grammar dan spelling yang benar. Susah! Speaking, ini kayaknya yang paling mudah tinggal ngomong aja apa yang mau saya omongkan. That’s it, pasrah. Tapi saya sudah bayar 2,5 juta!

Proses test IELTS paper base

Saya datang ke Jakarta naik bis malam sehingga sampai di Jakarta pada pagi hari. Test dilakukan pada pagi hari, saya sampai di tempat test 1,5 jam sebelumnya. Sudah banyak orang yang sudah datang dan menunggu test di sana. Kebanyakan muda-muda sepertinya untuk kepentingan sekolah.

Acara dimulai dengan proses antri daftar ulang. Semua tas dan isinya harus dititipkan panitia test, saya hanya boleh membawa tanda identitas. Daftar ulang, mengambil nomor, difoto, selesai. Selanjutnya masuk ruangan test, duduk sesuai nomor test dan berdoa, karena saya tidak banyak mempersiapkan diri. šŸ™‚ Ini juga waktunya untuk meminta izin ke kamar kecil, biasanya nervous menjadikan keinginan  pergi ke kamar kecil menjadi besar.

Sebelum test ada pengarahan dari panitia tentang proses tesnya, dengarkan baik-baik ya. Lagi-lagi biasanya karena nervous biasanya semua menjadi gelap. Test dimulai dengan listening, dan benar saja semua menjadi gelap. haha. Saya membuat kesalahan. Karena terlalu fokus dengan apa yang saya dengarkan sehingga saya tidak tahu pertanyaannya apa. Beberapa kalimat selesai dibacakan dan saya tidak tahu jawabannya. Nangis? Tidak ada waktu untuk menangis, go forward! Jadi pastikan MEMBACA SOAL LISTENING DI KERTAS SOAL SEBELUM MENDENGARKAN CERITA.

Soal reading lebih rileks, tinggal baca dan jawab pertanyaan yang berhubungan dengan cerita yang dibaca. Writing, hmmm ada 2 soal. Soal pertama menulis surat dalam 100 kata yang ke-dua menulis essai 250 kata. Pokoknya menulis!

Oh ya, biasanya jadwal test speaking berbeda hari dengan test base on paper di atas jadi pastikan tahu jadwalnya. Jadwal test saya 2 hari setelah test paper base. Berhubung nama saya diawali dengan huruf “y” jadilah kebagian test paling akhir. Menginaplah 2 malam di Jakarta. Heuuuh.

Test Speaking

Jadwal speaking saya dilakukan pada sore hari, saya bersiap sejak siang hari untuk mengantisipasi perjalanan ke kantor British Council kalau-kalau kena macet. Sampai di tempat 1 jam sebelum test, tidak ada masalah.

Setelah mengunggu dipanggil, tibalah waktu saya untuk test. Saya bertemu dengan pewawancara seorang ibu-ibu. Dia menyapa saya dengan ramah. “Hi, how are you dong?” Saya jawab:” Not very good, little bit nervous.” Dia tersenyum dan menjelaskan peraturan testnya.

Pertanyaan awal adalah menjelaskan tentang personal seperti nama, pekerjaan, pendapat tentang pekerjaan, hobby dan banyak lagi. Pertanyaan selanjutnya adalah disuruh menjelaskan tentang topik tertentu, topik yang harus saya jelaskan adalah tentang dancing. Aha, that’s sound familiar. šŸ™‚ Ya.. pokoknya proses test speaking tidak terlalu buruk. Semua berjalan lancar.

Tapi saya memiliki masalah lain. Hasil test bisa diambil 2 minggu setelah test. Diambil? Maksudnya ke Jakarta hanya untuk mengambil sertifikat? Boleh gak minta dikirim ke rumah? Ternyata boleh. Lega..

Ternyata kelegaan saya hanya sesaat. Saya bisa melihat hasil testnya secara online pas 2 minggu seteleh test, lumayan hasilnya… Lumayan baik kalau ini hihihi, cukup untuk melamar training. Tapi saya tunggu-tunggu sertifikatnya kok gak datang-datang. Kalau belanja online 2 hari kiriman nyampe rumah. Lah ini sudah mau seminggu gak nyampe-nyampe. Masalah serius, pendaftaran training hampir ditutup. Saya masih harus menghubungi orang BATAN dll, prosesnya masih panjang. Nangis deh, 2,5 juta plus ongkos dan hotel ke Jakarta hilang begitu saja. Dan beneran tuh sertifikat nyampe rumah lebih dari seminggu. Gak ngerti deh dia mampir ke mana dulu.

Setelah perjuangan mengikuti test IELTS, sertifikat sampai sekarang belum pernah digunakan karena telat datangnya. Mungkin suatu hari bisa digunakan untuk kesempatan training lainnya, atau mungkin hanya pengalaman. Huh!

 

 

Advertisements

7 thoughts on “Pengalaman test IELTS

    1. Ada deh, kepo ya šŸ˜€ yang paling jelek listening ya karena kesalahan yg saya jelaskan tapi tertolong nilainya oleh speaking karena saya banyak ngomong, ibu itu banyak dengerin hihi

      Like

      1. Kalau daftar sekolah S1 cukup 5 kayaknya ya, Pasca untuk daftar 5,5 masuk min 6. Atau beda univ beda standar min gak ngerti deh. Pokoknya dipersiapkan dengan baik insyaallh lancar. Sukses ya šŸ™‚

        Like

Say something and leave your trace here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s