Posted in Being myself, Sehari-hari

Kenangan puasa waktu kecil

Mengingat masa kecil adalah mengingat saat-saat bahagia tiada tara. Sebagai anak tertua di keluarga saya terlahir agak bandel, pemberani tapi agak ceroboh. (atau mungkin sekedar pembenaran dan tidak ada hubungannya anak tertua dengan karakter saya ya). πŸ˜€

Saya masih ingat waktu SD dulu kalau bulan puasa selalu libur sekolah. Sebagai gantinya biasanya diganti kegiatannya dengan kegiatan keagamaan berupa pengajian, pokoknya belajar banyak tentang agama di bulan puasa.

Setelah shalat subuh ada kebiasaan jalan pagi keliling kampung dengan teman-teman, padahal seharusnya ikut pengajian setelah subuh. πŸ˜€ Saat itu belum ada games dan gadget jadi kegiatan rame-rame jalan-jalan keliling kampung di pagi hari adalah kegiatan yang sangat menyenangkan.

Agak siang sedikit saya dan teman-teman kembali bergabung untuk main lagi. Kali ini kegiatannya adalah mengumpulkan makanan. πŸ˜€ Benar-benar makanan apa saja dikumpulkan untuk berbuka puasa. Ada rambutan sisa kelelawar, ada jambu air jatuh di halaman tetangga, ada ubi rebus, ada jajanan berupa makanan kecil semua dikumpulkan untuk buka puasa. Semua makanan betapapun sederhana atau tidak enaknya kalau tidak puasa, waktu puasa berubah menjadi sesuatu yang menggoda.

image.jpeg
Kira-kira model tenda sederhana beginilah mainan kami dulu. Gambar nemu dai Google.

Kegiatan lain adalah main tenda -tendaan di halaman rumah haha. Ada kayu atau bambu yang dibuat berdiri, diikat membentuk kerangka tenda. Kami saling bantu untuk membuatnya. Sebagai penutup tendanya dibentangkan kain batik ibu saya. πŸ˜€ Tidak lupa tenda dipasangi tikar untuk tidur-tiduran menunggu maghrib, kadang di luar di pasang tungku untuk merebus ubi yang didapat siangnya di kebun. Ada juga teman yang curang tendanya dibuat bapaknya, jadinya bukan tenda tapi sudah semi saung kecil. Tapi tidak pernah ada acara marahan karena curang, cukup diperbolehkan ikut menikmati tendanya sudah senang.

Setelah dhuhur saya dan teman-teman diharuskan ikut pengajian sampai kira-kira jam 2 siang. Kadang ada teman yang suka iseng memainkan speaker di mesjid dan mengumumkan waktu adzan maghrib. “Waktu maghrib tinggal 4 jam lagi”. Haha. Apa coba maksudnya? Kalau masih 4 jam lagi mah tidak perlu diumumkan di mesjid. Jadinya orang-orang di kampung suka parno dikira ada pengumuman orang meninggal di mesjid. Kegiatan lain adalah memainkan bedug di mesjid. Entah nada apa yang dimainkan pokoknya bedug dipukul dan terdengar suara itulah mainannya.

Saya termasuk yang memiliki ukuran tubuh mungil dan biasanya makan hanya sedikit. Jadi walaupun puasa tidak terlalu terasa berat. Saya jarang sekali batal puasa waktu kecil. Tapi sekali-sekali suka nyuri minum karena kepanasan habis main sepedahan dengan teman. Hihi pengakuan dosa, tapi kan masih kecil ya sebenarnya belum wajib puasa. Jadi gak apa-apalah dimaaafkan.

Setelah ashar biasanya membantu ibu saya memasak di dapur. Setelah itu tidak ada kegiatan lain selain menunggu adzan maghrib. Makanan sudah dihidangkan di meja sejak 1 jam sebelum maghrib, saya pun duduk melirik, melihat atau mencium-cium makanan di meja sejak setengah jam sebelum maghrib haha. Β Makanan sudah berubah menjadi sesuatu Β yang sangat menggirukan, apalagi es buahnya serasa memanggil-manggil untuk segera diteguk. Begitu adzan maghrib berbunyi berkumpullah makanan di piring yang kadang tidak habis dan dimarahi ibu saya. Laper mata bu..

image.jpeg

Adzan isya tiba waktunya shalat tarawih. Kalau di kampung saya hampir semua mesjid shalat tarawih 20 rakaat dan 3 rakaat witir. Jumlah rakaat shalat yang ujubune banyaknya, udah gitu shalatnya cepet banget serasa sedang senam pagi di hari Jumat. Tapi seneng aja datang tarawihan karena bisa bertemu teman-teman sekampung. Lagian kalau berisik lagi tarawih ada banyak ibu-ibu yang sudah siap memarah kami semua. Sereeeem..

Ya begitulah kenangan saat puasa waktu kecil dulu. Puasa anak saya banyak dihabiskan main games dan tidak punya banyak teman sekampung untuk main di luar. Lagian tempat mainnya juga sudah sempit karena banyak rumah di mana-mana. Adakah anak saya punya kenangan puasa nanti? Sedih juga memikirkannya..

Advertisements

9 thoughts on “Kenangan puasa waktu kecil

  1. Jd ketawa sendiri dg pengakuan dosa πŸ˜… aku umur 4th udah mulai puasa 1hari penuh hingga magrib sering nyuri minum di kamar mandi πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

    Liked by 1 person

      1. Klo lg haus air bak mandi tuh nikmat πŸ˜… kan ceritanya pura2 ambil air wudu gtu trus pas siram muka sambil nyeruput air dah πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

        Liked by 1 person

Say something and leave your trace here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s