Posted in Kerajinan

Pengalaman pertama membuat kaos kaki

DSC_0751.jpg

Dua hari ini saya sibuk berkutat belajar membuat kaos kaki. Heh ternyata cukup rumit ya.. Berarti level keterampilan merajut saya sudah naik nih. 😀 Padahal kalau beli kaos kaki di pasar 10 rebu sudah dapat sepasang. Ternyata kalau buat sendiri dua hari baru kelar haha. Dan hasilnya pun tidak sesuai yang diharapkan. Tetapi minimal saya bisa mendapatkan pelajaran dari kesalahan yang saya buat pada pengalaman pertama membuat kaos kaki.

20160626_150436.jpg

Teknik merajut yang saya gunakan untuk membuat kaos kaki adalah teknik magic loop. Yaitu teknik merajut melingkar dengan jarum melingkar yang panjang, padahal kan kaos kaki memiliki ukuran jari-jari lingkaran yang kecil sehingga digunakan teknik magic loop tersebut. Mesti diingat teknik ini tidak mengenal bagian jelek, hanya memilki bagian yang baik saja. Teknik merajut tradisional biasa menggunakan jarum double points, jarum tanpa ujung yang berjumlah 4 atau 5 buah.

Benang yang saya gunakan adalah benang wol sangat halus. Berhubung menurut petunjuk membuat kaos kaki harus menggunakan benang harus. Tapi, ih amit-amit deh bete banget peke benang jenis ini. Hasil rajutan kecil-kecil seperti semut beriringan, dan hanya satu baris saja lamaaa banget ngerjainnya. Tapi saya masih memiliki bergulung-gulung benang jenis ini, gimana dong..

Kesalahan fatal yang saya lakukan adalah salah mengukur kaki :-D. Saya mengukur betis bukan pergelangan kaki, sehingga hasil kaos kaki menjadi terlalu besar dan hasilnya tidak enak dipandang.

Anatomi kaos kaki

4885.sock_anatomy-copy.jpg-550x0-199x274Dimulai dengan mengukur ukuran pegelangan kaki, biasanya untuk kaki perempuan memiliki lingkar kaos kaki sebesar 7″. Banyaknya sts disesuaikan dengan gauge benang dan jarum yang digunakan.

Ada 2 teknik pembuatan kaos kaki, top-toe dan toe-top. Pelajaran pertama saya menggunakan metode top-toe. Bagian pertama yang dikerjakan adalah bagian cuff. Banyak cara untuk mengerjakan bagian ini diantaranya dengan ribbing pattern:

  • row 1: k2,p2, diulang seterusnya
  • Ulang dua baris tersebut beberapa kali sampai mendapatkan ukuran yang diinginkan

Setelah selesai bagian cuff diteruskan ke bagian leg. Pattern dasar dari bagian ini adalah mengulang knit terus menerus sampai mendapatkan ukuran yang diinginkan. Mau seukuran pergelangan kaki, sebetis silahkan..

Selanjutnya kaos kaki dibagi dalam dua bagian masing-masing setengahnya. Setengahnya diistirahatkan setengahnya lagi mengerjakan bagian heel flap. Tidak lagi merajut melingkar tetapi merajut bolak balik antara bagian jelek dan baik. Biasanya ukuran heel flap sebesar 1,5″. Pattern yang digunakan dalam heel flap:

  • row 1: slip 1 (seperti mau mengerjakan purl), (k1, sl1) diualang dan diakhiri dengan k1
  • row 2: slip 1 (seperti mau mengerjakan purl), p1, diulang dan diakhiri dengan k1
  • Ulang kedua baris tersebut sampai ukuran 1,5″

Beres dengan heel flap selanjutnya ke bagia heel turn, nah ini bagian rumit. 🙂 Masing-masing pattern berbeda jumlah knit pertama tergantung gauge-nya. Tetapi kalau saya berpatokan pokoknya knit sampai setengahnya ditambah 3. Jadi jika jumlah setengah kaos kaki ada 36 sts, setengahnya lagi kan 18, 18+3 = 21. Maka:

  • row 1:  k21, k2tog, k1, putar ke bagian jelek
  • row 2: sl1, p5, ssp, p1, putar ke bagian baik
  • row 3: sl1,p6,k2tog, k1, putar ke bagian baik
  • Kembali ke row 2, 3 tetapi dengan jumlah purl dan knit selalu ditambah 1

Menyatukan kembali..

Setelah bagian heel turn selesai, kaos kaki akan kembali disatukan dengan picking up bagian sisi heel flap. Bisa dilihat di youtube bagaimana teknik picking up dikerjakan. Jadi dimulai dari ujung merajut (yang ada ujung benang), picking sisi heel flap, knit bagian yang diistrirahatkan, picking up sisi heel flap yang satunya. Kaos kaki sudah kembali membentuk lingkaran.

Selanjutnya kita akan merajut bagian gusset. Caranya:

  • row 1: knit setiap bagian instep, sampai 3 sts terakhir heel flap. Kemudian lakukan k2tog, k1, knit lagi sisi heel turn, sampai awal heel flap yang satu lagi, lakukan k1, lalu ssk, selanjutnya knit sampai habis ke batas awal lingkaran.
  • row 2:  lakukan knit seluruh kaos kaki tanpa decreasing.
  • Ulang seterusnya sampai mendapatkan ukuran semula, Misalnya pada saat awal cast on 60 sts, maka kembali harus ada 60 sts lagi.

Atur rajutan sehingga menjadi 2 bagian sama bagaian depan (instep) dan bagian belakang. Selanjutnya lanjutkan rajutan sampai mendapatkan ukuran panjang kaki. Sabar….

Setelah selesai bagian panjang kaki selanjutnya bagian toe. Merajut bagian toe ini cukup melakukan:

  • row 1: knit sampai 3 sts terakhir, k2tog, k2, ssk, knit sampai habis
  • row 2: knit
  • Ulang sampai kira-kira sisa ukuran 2″

Setelah bagian toe selesai jahit ujung kaos kaki dengan metode menjahit kitchener stitch.

Ada yang mengerti penjelasan saya? Hehe. Sebelum membuat kaos kaki harus fasih dulu teknik menyulam dasar, silahkan membaca pada posting kerajinan saya sebelumnya. Kalau tidak mengerti tetapi tertarik membuat kaos kaki silahkan bisa bertanya di bagian komentar. Saya akan coba menjawabnya walaupun saya juga masih belajar.

Singkatan:

  • sts: stitches
  • k: knit
  • p: purl
  • k2tog: k2 together
  • ssk: slip slip knit

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Pengalaman pertama membuat kaos kaki

  1. Aiiih kereeen buat kaos kaki sendiri (y)
    Asik juga ya kayaknya kalo buat kaos kaki sendiri yang rada tebel buat tidur saat musim hujan 🙂

    Liked by 1 person

Say something and leave your trace here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s