Posted in Being a mom, Sehari-hari

Mendidik Anak Tunggal

image.jpeg
Hasil searching Google

Menjadi orang tua itu tidak mudah karena tidak ada sekolah formal yang khusus untuk mendidik anak. Biasanya orang tua hanya bisa melakukan trial and error. Kalau sesuatu dirasa salah jangan dilakukan lagi di kemudian hari, kalau benar teruskan. Pengalamanlah yang menajdi gurunya, entah itu pengalaman diri sendiri atau orang lain.

Mendidik anak tunggal tidaklah semudah yang orang bayangkan. Banyak tantangan yang dihadapi untuk membuat anak kita kelak menjadi mandiri, kuat dan berkarakter baik. Anak yang masa depannya berhasil bukanlah anak yang manja dengan segala fasilitas yang serba tersedia dan semua perhatian tertuju padanya. Anak seharusnya ditempa oleh kesulitan, kegagalan dan ujian, sehingga dia menjadi kuat kelak jika menghadapi ujian kehidupan di masa depan.

Jika memiliki anak lebih dari satu, secara alami anak bisa diajarkan untuk berempati, bekerja sama, berbagi, berdamai dengan konflik dengan sehari-hari bergaul sesama saudaranya. Anak tunggal identik dengan egois, manja, tidak perduli dengan orang dan banyak sifat buruk lainnya. Tentu saja saya tidak mau memiliki karakter demikian. Berikut tips mendidik anak tunggal yang secara jujur agak sulit untuk diterapkan. 🙂

  1. Jangan terlalu protektif. Karena memiliki anak hanya satu anak cenderung dilindingi berlebihan. Tidak boleh main keluar, tidak boleh lecet, apalagi benjol. Bisa dimengerti karena hanya memiliki hanya satu anak menjadi paranoid takut sekali kehilangan dia. Tapi dengan melindungi anak berlebihan anak menjadi kurang percaya diri karena segala masalah diselesaikan orang tuanya.
  2. Berikan anak tanggung jawab. Anak tunggal biasanya dimanja tidak perlu mengerjakam rumah seperti bersih-bersih atau memasak. Akibatnya anak kurang dilatih bertanggung jawab terhadap sesuatu. Berikan kesempatan anak bertanggung jawab dengan semua hal untuk dirinya dan membantu orang lain.
  3. Berikan kesempatan bersosilasis sebanyak mungkin. Anak tunggal tidak memiliki saudara untuk sekedar bermain atau bertengkar, sehingga perlu peran pengganti saudara untuk melatih keterampilan sosialisasinya. Dengan bermain dengan orang lain bisa melatih keterampilan sosialisasi dan empati, dengan bertengkar dan berdamai kembali akan melatih anak terlibat dengan konflik dan tahu bagaimana menyelesaikan sebuah konflik.
  4. Jangan turuti semua keinginan anak. Hal inilah yang membuat anak manja dan egois. Anak tahu kelemahan orang tuanya untuk menuruti semua keinginannya. Walaupun hal ini sangat sulit dilakukan tapi harus selalu kuat untuk selalu bertahan hanya memberikan sesuatu yang memang penting dan tidak memberikan yang diinginkan langsung saat itu juga. Latihlah anak untuk bersabar dan berusaha keras untuk mendapatkan sesuatu.
  5. Beri kesempatan anak mengambil keputusan. Keterampilan mengambil keputusan adalah keterampilan sangat penting di masa depan. Anak harus diajarkan untuk mengambil keputusan penting secara cepat, tepat dan bisa dipertanggungjawabkan. Jadi jangan selalu ambil alih pengambilan keputusan oleh orang tua, beri kesempatan melakukan kesalahan untuk bisa belajar dari kesalahan tersebut.
Posted in Being a mom, Sehari-hari

Kecanduan games

150553_games.jpg
Biasa.. gambar nemu di Google

Kecanduan games hanya ada pada zaman sekarang ini, zaman berbagai macam gadget dijual di mana-mana. Zaman dulu mana ada games beginian, zaman saya dulu mainnya ke sawah, kebon atau kolam ikan hehe. Kecanduan games ini bukan hanya terjadi pada anak-anak tetapi juga orang dewasa. Saya memiliki beberapa mahasiswa yang kecanduan games dan akhirnya kuliahnya DO (Drop Out).

Saya memiliki cerita salah satu mahasiswa saya yang DO karena kecanduan games online. Sebelumnya saya hanya mendengar cerita saja bahwa ada mahasiswa yang jarang kuliah karena mangkalnya bukan di kampus atau perpustakaan tapi di warnet. Sampai pada saat detik-detik mahasiswa itu harus ada keputusan DO saya baru tahu kasus mahasiswa tersebut.

Continue reading “Kecanduan games”

Posted in Being a mom, Sehari-hari

Anakku sudah remaja

relation-adolescent-parent-dispute-ecoute
Gambar dari Google

Ibu-ibu seumur saya biasanya anaknya sudah menginjak usia awal remaja (adolescents). Emang ibu usianya berapa? Ih kepo deh. 😀 Menangani anak remaja gampang-gampang susah. Gampangnya ya sudah tidak perlu lagi digendong-gendong ke mana-mana, makan sendiri, sudah lebih mandiri sehingga orang tua tidak perlu repot lagi. Tetapi perubahan psikologis remaja yang berada pada masa transisi antara anak-anak dan dewasa kadang membuat orang tua agak sedikit sensi.

Permasalahan remaja

Psikologi anak remaja sangat rentan. Mereka tidak mau disebut anak-anak lagi tapi juga masih belum pantas untuk disebut dewasa. Mereka merasa tahu segala hal sehingga kadang banyak membantah orang tua. Hehe pengalaman waktu kecil agak bandel kadang melawan orang tua, maafkan aku yang dulu ibu..

Continue reading “Anakku sudah remaja”

Posted in Being a mom, Sehari-hari

Air Susu Ibu (ASI) memperkuat hubungan ibu dan anak

Gambar dari Google

Terinspirasi dengan tulisannya mbak bebe tentang perang parenting, salah satunya memperdebatkan mengenai memilih ASI atau tidak. Saya tidak akan memperdebatkan hal tersebut karena itu adalah pilihan. Masing-masing ibu tahu apa yang dibutuhkan anaknya dan memilih yang sesuai dengan anak dan juga ibunya. Saya hanya sharing pengalaman saya.

Pada saat anak saya lahir saya merasa bahagia luar biasa, saya tidak perduli dengan hal lain kecuali anak saya. Anak saya tergolong anak yang mudah diurus, jarang menangis. Dia menangis hanya untuk kebutuhan tertentu misalnya lapar atau basah. Kelahiran seorang anak bagi ibu adalah anugerah yang tidak ternilai. Sembilan bulan kehamilan dan berjuang melahirkan terbayar sudah.

Mulai hari pertama anak saya lahir saya sudah memutuskan memberikan anak saya ASI. Hari pertama hanya latihan memberikan ASI, air susu hanya sedikit. Pada hari-hari pertama bayi tidak terlalu membutuhkannya, jadi tidak masalah. Hari kedua dan seterusnya air susu mulai banyak. Bayi berumur beberapa hari perlu diberi susu setiap beberapa jam sekali. Jadi terkadang walaupun anak saya tidur terpaksa saya bangunkan untuk minum susu.

Continue reading “Air Susu Ibu (ASI) memperkuat hubungan ibu dan anak”

Posted in Being a mom, Sehari-hari

Nonton Captain America: Civil War

Gambar dari Google

Kebetulan minggu ini anak saya libur sekolah karena kelas 9 sedang Ujian Sekolah (US). Selama seminggu ini sedikit uring-uringan katanya bosen dan ternyata walaupun libur gurunya masih memberikan dia pekerjaan rumah. Kejaaam…  Jadilah hari ini saya mengajak dia nonton bioskop supaya sedikit mengobati kebosanannya.

Sampai di bioskop antrian mengular sampai ke luar-luar, parno lah kami kalau gak kebagian tiket, kami pengen nonton Captain America. Mengingat film Captain America baru jadi kemungkinan kami tidak kebagian tiket sangat besar, bisa-bisa nontonnya jam 9 malem. Setelah melihat daftar film yang diputar barulah kami lega, ada AADC 2 menjadi saingannya. Melihat banyaknya komentar tentang film tersebut kemungkinan besar AADC 2 lebih banyak penontonnya. Ahhh ternyata benar, kami pun bisa menonton film satu jam ke depan.

Saya menonton apa yang anak saya tonton, jadi saya lebih tahu film untuk anak-anak dan remaja dibandingkan film dewasa :-D. Tapi saya belum menonton Captain America sebelumnya, anak saya sudah. Jadilah waktu awal nonton saya agak bingung.

“Heh ini kan pasukan Avengers, kok judulnya Captain America sih?”

“Bunda, kalau nonton itu jangan berisik.”

Saya tidak dapat jawaban. “Kok Thor sama Hulk gak ada sih?”

“Makanya bunda nonton film yang sebelumnya.” Kembali tidak mendapat jawaban. Anak laki-laki memang begitu rupanya. Tidak suka ditanya-tanya apalagi detil. Kalau ditanya cukup menjawab gak tahu walaupun sebenarnya tahu. Ya sudah lanjutkan nonton filmnya tanpa suara.

Film yang cukup menghibur, tentang konflik antar super hero. Super hero juga punya sisi manusianya. Kadang marah, emosi dan dendam. Terpecahlah mereka menjadi dua team, saling serang saling mempertahankan prinsip masing-masing. Ada Iron Man yang menanda tangani perjanjian Avengers untuk diawasi dunia, karena Avengers kadang kelewatan dan menyebabkan orang tidak berdosa ikut mati juga. Ada Captain America yang membela temannya Bucky yang yakin kalau dia difitnah.

Seru juga efek berantem satu sama lain. Kalau urusan itu Hollywood memang jagonya. Ceritanya juga menarik, simple dan keren. Bagian paling suka pas akhirnya, Captain America mengirim surat kepada Iron Man, walau mereka berbeda prinsip tapi dia menganggap Iron Man adalah tetap teman dan menawarkan bantuan jika dibutuhkan.

Rating: ⭐️⭐️⭐️⭐️