Posted in Being myself, Sehari-hari

Tips keluar dari lubang hitam

Ada yang pernah atau sekarang sedang merasa masuk ke dalam lubang hitam? Tahu tidak lubang hitam itu apa?ย  Ya lubang yang warnanya hitam bu… ๐Ÿ˜€ Kayak sumur gitu kali ya, karena kedalamannya sehingga dasarnya tidak terlihat dan berwarna hitam. Kalau dalam fisika lubang hitam adalah sebuah materi yang gravitasinya sangat kuat sehingga tidak ada sesuatu yang bisa keluar darinya, bahkan cahaya pun tidak bisa keluar lagi dari lubang hitam. Serem ya.. lubang hitam adalah pusat galaksi dan pusat alam semesta, tanpa lubang hitam galaksi akan tercerai berai saking dahsyatnya gravitasi lubang hitam.

Kembali ke urusan hati yang luka (kayak lagu gimana gitu). ๐Ÿ™‚ Masuk ke dalam lubang hitam adalah saat di mana serasa ada sesuatu yang menghisap semua energi kita, benar-benar tidak berdaya. Mungkin trauma setelah mengalami hal buruk, hubungan buruk misalnya. Sehingga mengalami depresi berat, tidak punya harapan dan keinginan apa pun. Saya menemukan saran yang cukup bagus untuk menyembuhkannya.

  1. Memulai hari dengan rasa syukur. Perasaan kenapa harus kita yang mengalami hal buruk, kenapa bukan orang lain. Padahal setelah kita pikir-pikir setiap orang punya masalah sendiri-sendiri. Tuhan memberikan ujian sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sepertinya orang lain diberikan ujian yang mudah menurut kita tapi ternyata menurut yang mengalami terasa berat, beratnya sama dengan ujian yang kita alami. Ya.. bersyukur masih lebih banyak hal baik yang diberikan Tuhan daripada hal buruknya.
  2. Bercerita kepada teman yang dipercaya. Memang harus benar-benar memilih orang bisa dipercaya atau nanti akan menyesal. Masalah tidak selesai tapi aib kita tersebar ke mana-mana.
  3. Jika merasa masuk ke dalam lubang gelap, ambil foto sewaktu kita bahagia dan ceria. Mungkin mengingat waktu kecil, waktu sekolah dulu akan membuat kita merasa lebih baik, it proofs that we are a lovable person and deserve to be loved.
  4. Bersikap baik walaupun kondisi hati sedang tidak enak. Terkadang semua orang harus mengerti apa yang sedang kita rasakan. Jangan caper.. Bersikap menyebalkan dan meminta orang lain memahami kondisi kita akan memperburuk kondisi kita. Percayalah semua orang punya masalah tapi ternyata orang lain bisa menahan diri untuk tidak bertingkah menyebalkan.
  5. Dekat dan berteman dengan orang-orang yang memberikan energi positif. Mungkin termasuk berkumpul dengan anggota keluarga dan teman-teman yang optimis dan selalu mendukung kita susah dan senang. Stay away dari orang-orang yang iri dengki dan hanya memanfaatkan dan terteman kalau kita senang saja.
  6. Gunakan media sosial secara bijaksana. Melihat foto orang lain bahagia pada saat kita susah adalah menyakitkan. Sebenarnya masalahnya apa? Tidak apa-apa sih kembali ke no. 1 suka ada perasaan kenapa kita tidak bahagia, kenapa orang lain bahagia. Saya sudah pensiun main sosial media. ๐Ÿ™‚ Alhamdulillah..
  7. Jangan tergoda membicarakan hal buruk tentang mantan. Jika traumanya karena pernah mengalami hubungan yang buruk dengan seseorang, tetap fokus dengan hal positif. Lupakan mantan, rugi amat masih mengingat-ingat dia. Dianya mah anteng-anteng aja dengan yang baru kita masih sibuk mengurusi keburukannya.
  8. Buat list apa yang dicari dari orang yang baru.Tidak ada manusia yang sempurna tapi tentu ada alasan kenapa dulu memiliki hubungan yang buruk. Kualitas apa yang diharapkan dari orang baru supaya kita bahagia? Buat prioritas apa yang diharapkan.

Mudah-mudahan bisa selamat keluar dari lubang hitam, lubang hitam tidak sehitam yang digambarkan dalam fisika masih ada harapan untuk bisa keluar. ๐Ÿ™‚

Posted in Being myself, Sehari-hari

Kenangan puasa waktu kecil

Mengingat masa kecil adalah mengingat saat-saat bahagia tiada tara. Sebagai anak tertua di keluarga saya terlahir agak bandel, pemberani tapi agak ceroboh. (atau mungkin sekedar pembenaran dan tidak ada hubungannya anak tertua dengan karakter saya ya). ๐Ÿ˜€

Saya masih ingat waktu SD dulu kalau bulan puasa selalu libur sekolah. Sebagai gantinya biasanya diganti kegiatannya dengan kegiatan keagamaan berupa pengajian, pokoknya belajar banyak tentang agama di bulan puasa.

Setelah shalat subuh ada kebiasaan jalan pagi keliling kampung dengan teman-teman, padahal seharusnya ikut pengajian setelah subuh. ๐Ÿ˜€ Saat itu belum ada games dan gadget jadi kegiatan rame-rame jalan-jalan keliling kampung di pagi hari adalah kegiatan yang sangat menyenangkan.

Agak siang sedikit saya dan teman-teman kembali bergabung untuk main lagi. Kali ini kegiatannya adalah mengumpulkan makanan. ๐Ÿ˜€ Benar-benar makanan apa saja dikumpulkan untuk berbuka puasa. Ada rambutan sisa kelelawar, ada jambu air jatuh di halaman tetangga, ada ubi rebus, ada jajanan berupa makanan kecil semua dikumpulkan untuk buka puasa. Semua makanan betapapun sederhana atau tidak enaknya kalau tidak puasa, waktu puasa berubah menjadi sesuatu yang menggoda.

image.jpeg
Kira-kira model tenda sederhana beginilah mainan kami dulu. Gambar nemu dai Google.

Kegiatan lain adalah main tenda -tendaan di halaman rumah haha. Ada kayu atau bambu yang dibuat berdiri, diikat membentuk kerangka tenda. Kami saling bantu untuk membuatnya. Sebagai penutup tendanya dibentangkan kain batik ibu saya. ๐Ÿ˜€ Tidak lupa tenda dipasangi tikar untuk tidur-tiduran menunggu maghrib, kadang di luar di pasang tungku untuk merebus ubi yang didapat siangnya di kebun. Ada juga teman yang curang tendanya dibuat bapaknya, jadinya bukan tenda tapi sudah semi saung kecil. Tapi tidak pernah ada acara marahan karena curang, cukup diperbolehkan ikut menikmati tendanya sudah senang.

Setelah dhuhur saya dan teman-teman diharuskan ikut pengajian sampai kira-kira jam 2 siang. Kadang ada teman yang suka iseng memainkan speaker di mesjid dan mengumumkan waktu adzan maghrib. “Waktu maghrib tinggal 4 jam lagi”. Haha. Apa coba maksudnya? Kalau masih 4 jam lagi mah tidak perlu diumumkan di mesjid. Jadinya orang-orang di kampung suka parno dikira ada pengumuman orang meninggal di mesjid. Kegiatan lain adalah memainkan bedug di mesjid. Entah nada apa yang dimainkan pokoknya bedug dipukul dan terdengar suara itulah mainannya.

Saya termasuk yang memiliki ukuran tubuh mungil dan biasanya makan hanya sedikit. Jadi walaupun puasa tidak terlalu terasa berat. Saya jarang sekali batal puasa waktu kecil. Tapi sekali-sekali suka nyuri minum karena kepanasan habis main sepedahan dengan teman. Hihi pengakuan dosa, tapi kan masih kecil ya sebenarnya belum wajib puasa. Jadi gak apa-apalah dimaaafkan.

Setelah ashar biasanya membantu ibu saya memasak di dapur. Setelah itu tidak ada kegiatan lain selain menunggu adzan maghrib. Makanan sudah dihidangkan di meja sejak 1 jam sebelum maghrib, saya pun duduk melirik, melihat atau mencium-cium makanan di meja sejak setengah jam sebelum maghrib haha. ย Makanan sudah berubah menjadi sesuatu ย yang sangat menggirukan, apalagi es buahnya serasa memanggil-manggil untuk segera diteguk. Begitu adzan maghrib berbunyi berkumpullah makanan di piring yang kadang tidak habis dan dimarahi ibu saya. Laper mata bu..

image.jpeg

Adzan isya tiba waktunya shalat tarawih. Kalau di kampung saya hampir semua mesjid shalat tarawih 20 rakaat dan 3 rakaat witir. Jumlah rakaat shalat yang ujubune banyaknya, udah gitu shalatnya cepet banget serasa sedang senam pagi di hari Jumat. Tapi seneng aja datang tarawihan karena bisa bertemu teman-teman sekampung. Lagian kalau berisik lagi tarawih ada banyak ibu-ibu yang sudah siap memarah kami semua. Sereeeem..

Ya begitulah kenangan saat puasa waktu kecil dulu. Puasa anak saya banyak dihabiskan main games dan tidak punya banyak teman sekampung untuk main di luar. Lagian tempat mainnya juga sudah sempit karena banyak rumah di mana-mana. Adakah anak saya punya kenangan puasa nanti? Sedih juga memikirkannya..

Posted in Being myself, Sehari-hari

Mengalahkan diri sendiri

7Pentingnya Menentukan Tujuan Hidup.jpg
Gambar dari Google

Setelah saya posting tentang meningkatkan produktivitas bekerja, nampaknya belum ada perubahan signifikan dari produktivitas saya hiks hiks. Saya masih jalan di tempat tidak berdaya. Tetapi hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, saya harus mengadakan revolusi mental (meminjam istilah kampanye calon presiden ๐Ÿ™‚ ). Tapi ini beneran, kalau tidak saya bisa terseret-seret jauh tertinggal oleh teman-teman di belakang.

Mencari akar masalah

Apa yang saya rasakan adalah tidak adanya semangat untuk mencapai apapun. Saya tidak memiliki motivasi apapun untuk meraih sesuatu. Saya tidak perduli dengan dunia dengan apa yang terjadi di sekitar. Waktu serasa berhenti berputar. Masalahnya di mana? Apa yang terjadi?

Setelah gejolak gelombang dan puting beliung yang menerpa hidup sepertinya saya merasakan kelelahan akut. Tenaga, waktu dan pikiran habis untuk menghadapi masalah dan kekacauan gelombang kehidupan pribadi saya. Tapi lagi-lagi ini tidak bisa menjadi alasan untuk berdiam diri dan merenungi nasib, lets move on.

Setelah berdiskusi panjang dengan seseorang tentang masa depan hari ini saya merasa lebih semangat. Mungkin kepastian masa depan, tidak ada keraguan dan apa yang akan di lakukan secara detil dan spesifik ke depan itu menjadi penting sebagai tujuan hidup kita dan fokus untuk mengejarnya.

Mengalahkan diri sendiri sedikit demi sedikit

Never settle… go after your dreams aggressively. Ignore the doubters, step over them. Stay focus on your prize.โ€• Michael Barbarulo

Saya sekarang memiliki harapan di masa depan dan harus memulai sesuatu dan mengalahkan diri sendiri sedikit demi sedikit. Saya sedang mencoba melakukan beberapa hal:

  1. Memulai hari lebih semangat. Biasanya setiap pagi saya mengalami morning sickness. Saya malas bangun, pusing memikirkan kebosanan hari ini di tempat kerja, pusing memikirkan tugas-tugas gak jelas, dan banyak lagi. Pokoknya setiap bangun pagi dimulai dengan pikiran yang buruk.
  2. Lebih dekan dengan Tuhan. Mumpung bulan puasa momennya tepat untuk lebih dekat dengan Tuhan, shalat tepat waktu, lebih pasrah dengan takdir yang digariskan dan memilliki harapan untuk masa depan.
  3. Mulai mencicil pekerjaan sebanyak apa pun tidak sukanya dengan pekerjaannya. Sebagimana pun kecewanya dengan sistem di tempat kerja, setidak sukanya dengan pejabat-pejabat di sana pekerjaan adalah tetap kewajiban yang harus diselesaikan. Segera mulai mencicil pekerjaan dari yang kecil sampai yang besar.
  4. Lebih semangat mengerjakan pekerjaan rumah. Memasak yang spesial untuk berbuka puasa dan sahur, membersihkan rumah dan beberapa pekerjaan rumah lainnya.
  5. Berolah raga dan mengerjakan hobby. Saya sudah pensiun main media sosial, saya jarang sekali buka facebook, tidak punya twitter atau media sosial lainnya. Saya hanya berbagi banyak hal di blog yang tidak mengharuskan dibuka setiap saat. Kalau olah raga, hmmm baru mulai kembali mudah-mudahan konsisten.

Hidup adalah milik kita, mau bahagia atau tidak kitalah yang menentukan. Saya memilih untuk bahagia sebanyak apa pun badai kehidupan yang datang.

Demikian curhat hari ini sebagai pemanasan sebelum memulai pekerjaan berat hari ini. ๐Ÿ™‚

Posted in Being myself, Sehari-hari

Meningkatkan produktivitas kerja (penelitian)

Kalau melihat prduktivitas teman-teman peneliti/dosen saya akhir-akhir ini saya jadi malu dan minder sendiri. Bagaimana tidak, mereka dalam beberapa tahun saja bisa mempublikasikan berbagai tulisan di jurnal Internasional dan bisa meraih gelar profesor dalam waktu singkat. Sedangkan saya, apalah saya dibandingkan mereka membuat saya minder untuk berkumpul dengan mereka. Saya ย sekuat tenaga mengerjakan dan meraih semuanya sendiri dan sulit untuk bisa berhasil.

Saya bekerja setiap hari, saya sibuk setiap hari sampai saya sakit. Tapi saya mencoba berpikir apa yang saya selama saya kerjakan? Apa yang sudah saya raih dari pekerjaan saya? Saya mulai merindukan saat-saat sekolah yang hanya fokus penelitian tanpa memikirkan yang lain dan produktivitas saya sebagai peneliti berkembang secara penuh. Tapi masa itu sudah dilewati saya menerima kenyataan sekarang dan memperbaiki yang salah dalam cara bekerja saya selama ini.

Bekerja sebagai dosen/peneliti ada enaknya ada tidak enaknya. Enaknya pekerjaan bebas tanpa ada boss yang merintah-merintah. Tidak enaknya pekerjaan ditentukan oleh sendiri, produktivitas sendiri. Kalau tidak rekan yang bisa saling menyemangati bisa habis semangat dalam beberapa hari saja.

Saya nonton video di youtube untuk meningkatkan produktivitas bekerja, cukup logis dan akan coba saya lakukan. Nasihat pertama, mulai dari sekarang jangan banyak alasan. Saya capek, saya tidak semangat, saya tidak punya ide segera dihilangkan.ย Setelah semangat mulai kembali, pikirkan pekerjaan yang mudah dulu. Seperti kalau menyetrika (adalah pekerjaan yang sangat tidak saya sukai), biasanya dimulai dari baju-baju saya yang kecil dan mudah dulu.

Berhubung saya tidak punya rekan kerja yang seide dalam tema penelitan sehingga tidak ada teman diskusi sehingga saya harus memelihara semangat tersebut sendirian sampai akhir. Menurut video tersebut, bekerjalah secara cerdas. Jangan bekerja tanpa henti dari pagi sampai sore tapi selingi bekerja dengan istirahat. Saya coba akan bekerja 2 jam dan 15 menit istirahat atau sekedar jalan-jalan keluar mencari udara segar.

Selanjutnya menetapkan dedline tahunan, bulanan, mingguan dan harian sangat penting. Ini adalah hal yang sangat penting, kita mudah sekali teralihkan tanpa deadline. Itu yang saya lakukan waktu saya sekolah, dan sekarang sudah saya lupakan. ๐Ÿ˜ฅ ๐Ÿ˜ฅ Tuliskan deadline di kalendar besar-besar warna merah supaya terlihat setiap hari bekerja. Tuliskan juga progress pekerjaanya, apa yang ingin dicapai dan apa yang sudah dicapai.

Dan yang terakhir, bekerja secara fokus dan tidak multi tasking. Nah ini lagi hal susah banget.ย Saya sudah buat jadwal harian pekerjaan saya tapi mudah sekali teralihkan oleh pekerjaan lain yang kadang tidak bisa ditolak. Rapatlah, pekerjaan administrasilah yang terkadang tidak penting. Sebagai dosen pekerjaan saya bukan hanya meneliti, tetapi juga mengajar, urusan dengan mahasiswa dan pekerjaan administrasi. Ditambah lagi urusan sosial media haha. Belum lagi pekerjaan di rumah dan anak, bagaimana kita tidak multitasking? Apakah itu bisa dijadikan alasan? Tapi saya lihat banyak ibu-ibu yang sangat hebat dan produktivitasnya sangat tinggi sebagai peneliti, mereka bisa menghasilkan penelitian-penelitian hebat tingkat dunia. Jadi itu bukan alasan sama sekali.

Mungkin strategi sementara: saya harus memutuskan untuk memilih meneruskan pekerjaan administrasi atau penelitian, sepertinya saya sudah capek dengan urusan birokrasi, politik gak penting dan administrasi. Jadi saya akan memutuskan berhenti mengurus administrasi. Disiplin bekerja ย dan menentukan prioritas. Saya memang sama sekali tidak bisa bekerja multi-tasking.

Target dekat-dekat ini adalah menyelesaikan pekerjaan administrasi yang tertunda sebelum saya pamit (2 hari ini), membuat proposal peneitian untuk tahun depan (minggu ini), menulis jurnal nasional terakreditasi (bulan depan) dan bisa mengajukan naik pangkat. Selanjutnya pekerjaan rutin mengajar dan bimbingan mahasiswa. Huff itu saja sudah berat. Bismillah….

Posted in Being myself, Sehari-hari

Pelajaran membaca Al-Quran saya hampir tamat

4 bulan sudah saya belajar takhsin dan tajwid Al-Quran, cerita ini sudah pernah saya sampaikan di sini. Tidak terasa kegiatan setiap hari Sabtu pagi saya akan segera berakhir. Agak sedih mengingatnya, nah selesai pengajian aja ibu ini jadi baper. ๐Ÿ˜€ Tapi beneran deh, saya akan merindukan pergi mengaji dan ketemu teman-teman pengajian di sana, juga gurunya hehe.

Teman-teman pengajian saya semuanya berusia dewasa. Ssst sepertinya saya paling tua, tapi saya paling rajin lho. Saya selalu datang tepat waktu dan selalu mengikuti pengajian dengan serius. Hmmm..

Sedari kecil mungkin sekitar usia 5 tahun bapak saya sudah mengajarkan cara membaca Al-Quran. Saya belajar setiap hari setelah shalat Maghrib. Kebiasaan itu saya turunkan kepada anak saya, saya mengajari anak saya membaca Al-Quran sejak usia 5 tahun. Setelah bacaan saya cukup baik, bapak saya memasukkan saya ke pengajian umum di pesantren. Saya ingat itu adalah permintaan saya. Saya iri dengan teman-teman saya di sekolah SD waktu itu, mereka suka cerita ikut pengajian dan sepertinya seru. Sehingga saya merayu-rayu bapak saya untuk memasukkan saya belajar mengaji di pesantren. Di sana saya belajar tajwid tapi saya tidak ingat lengkap atau tidak. Ya.. namanya juga anak kecil, kadang malas belajar dan tidak mau mendengarkan gurunya.

Belajar di pesantren pada malam hari dan setelah subuh saya lanjutkan sampai saya SMA. Banyak yang saya pelajari di sana, tauhid, fiqih, tafsir dll. Sayangnya saya dulu gak serius ngajinya, jadi banyak yang hilang di memori saya. Kalau siang sekolah sampai sore, malam ngaji lagi rasanya sudah habis tenaga dan pikirannya. Ah itu mah alasan aja kayaknya. ๐Ÿ˜›

Baru sekarang-sekarang ini saya merasa kok saya pengen lagi belajar untuk memperbaiki bacaan Al-Quran saya. Saya pun mengikuti pelajaran 4 bulan pelajaran takhsin Al Quran. Pelajaran tersebut meliputi:

  1. Makharijul huruf
  2. Panjang pendek
  3. Hukum nun mati dan tanwin
  4. Hukum mim mati
  5. Bacaan di luar kaidah
  6. Hukum Idhgam
  7. Mad (saya baru tahu ternyata ada 16) ๐Ÿ˜€
  8. Waqaf

Setelah mengikuti pelajaran-pelajaran tersebut saya sadar ternyata selama ini banyak bacaan Al-Quran saya yang salah. Alhamdulillah setelah belajar banyak hal tentang Al-Quran membaca Al-Quran terasa lebih ringan. Setelah bacaan saya dirasa sempurna, mudah-mudahan ke depan saya bisa meningkat ke level menghafal. Bisa gak ya?

Berhubung saya punya penyakit lupa yang akut seperti sudah saya jelaskan di sini sepertinya proses menghafal Quran akan menjadi hal yang cukup berat bagi saya. Mungkin diperlukan waktu 2 kali seumur hidup saya untuk menghafal 30 juz Al-Quran. ๐Ÿ˜€ Yaaa, berapa banyak ayat yang saya hafal tidak masalah, saya kira prosesnya sendiri sudah merupakan sesuatu yang spesial dan bermakna.

Posted in Being myself, Sehari-hari

Antara aku dan air

Gambar dari Google

Hubungan saya dengan air tidak terlalu baik, terutama kalau sudah menyangkut air yang banyak, takut tenggelam. ๐Ÿ˜› Tapi hubungan baik masih tetap terjaga jika menyangkut kebutuhan air dalam kehidupan sehari-hari, masih mandi dua kali sehari kok. Entahlah sepertinya ada trauma apa sewaktu kecil, pokoknya parno aja kalau sudah deket kolam apalagi laut.

Ada satu kejadian yang saya ingat. Konon menurut ibu saya, sewaktu kecil kami pernah jalan-jalan ke pantai Cipatujah. Cipatujah adalah pantai di daerah Tasikmalaya yang termasuk daerah pantai laut selatan. Pantainya sangat indah tapi sepertinya masih kalah terkenal dengan Pangandaran. ๐Ÿ™‚ Banyak yang percaya bahwa laut pantai selatan dikuasi oleh Nyi Roro Kidul. Apa hubungan Nyi Roro Kidul dengan saya takut air sih? Sabar belum selesai ceritanya.

Continue reading “Antara aku dan air”

Posted in Being myself, Sehari-hari

Awet muda

Mungkin awet muda adalah dambaan setiap orang terutama kaum perempuan. Menjadi tua adalah hal menakutkan bagi sebagian orang, sehingga orang rela menempuh suntik botox atau operasi plastik untuk menjaga penampilan terlihat muda.

Sebenarnya seseorang tidaklah perlu melakukan hal demikian, menjadi tua adalah hal yang alami. Yang paling penting kita selalu menjaga kesehatan, walaupun menua tapi tetap sehat dan ceria. Sifat dan karakter yang kita miliki juga penting. Karakter yang baik tidak akan lekang walaupun orang tersebut menua dan selalu menyenangkan orang lain untuk berada di dekat kita. Orang akan menghargai karakter baik kita dan apa yang sudah kita lakukan untuk lingkungan sekitar kita.

Manusia tidak akan seperti ibunya Sangkuriang (Dayang Sumbi) yang anaknya saja bingung ini ibunya atau bukan, karena sama sekali konon Dayang Sumbi masih sangat cantik dan tidak terlihat tua. Nah, waktu saya kecil dulu denger-denger cerita katanya kenapa Dayang Sumbi terlihat awet muda , karena hanya makan daun-daun yang dia jumpai di hutan. Mirip seperti ulat gitu kali ya. ๐Ÿ˜„

Continue reading “Awet muda”